Tepat pada tanggal 23 Juni 2019, final Malaysia IS berlangsung dengan wakil yang berasal hanya dari dua negara yaitu Malaysia dan Indonesia. Wakilnya seimbang banget lah, XD All Indonesian Final dan MD All Malaysia Final. Sisanya match Indonesia vs Malaysia.
Well, pertandingan ini memang kurang menarik dari segi pesertanya tapi tentu masih banyak yang menonton. Terlebih Badminton Lover sejati.
Hal yang sedikit membuat miris adalah pertandingan WD yang di menangkan oleh Malaysia tetapi tidak dengan cara yang fair. Well done, i think this is really bad in this sport. Hal yang bikin olahraga kesayangan ini tidak suci dan penuh noda adalah kecurangan yang kerap terjadi. Bisa dikatakan bukan pemainnya yang curang tetapi gesture tubuh si pemain benar-benar tidak layak dijadikan panutan. Ribka/Ana adalah wakil Indonesia yang berjuang saat itu. Ribka akhirnya penuh emosi dan menurut gue pribadi itu biasa. Maklum saja mereka masih muda dan pasti menggebu-gebu saat melihat suatu hal yang tak lazim dan tak pantas.
Permasalahan ini akhirnya menyebar kemana-mana. Beberapa oknum BL dari malaysia mereport akun Instagram Ribka hingga akhirnya akun itu dinonaktifkan. Sebagian beranggapan karena Ribka membawa-bawa bendera Malaysia di Instatorynya. Gue yang melihat Instastory tersebut rasanya gak ada yang cukup menyakitkan a.k.a biasa aja. Ya, tapi tanggapan setiap orang kan beda-beda.
Hasil final MD yang dimenangkan oleh Leo/Daniel membuat BL Indonesia sedikit redam. Hasilnya dipastikan bahwa Indonesia jadi juara umum setelah WS juga menang. Kemenangan itu tidak membuat netijen Indonesia berhenti menyerang akun BA_Malaysia. Mereka semakin gencar menyerang dan memenuhi kolom komentar di akun itu.
Tentu saja ini jadi pembelajaran buat semua orang. Sikap dilapangan menjadi hal penting, and karma is exist. Walau begitu tetap saja kata-kata tidak pantas seharusnya jangan diungkapan. Terlebih Malaysia adalah tetangga yang seharusnya Indonesia punya hubungan baik. Ya walau selama ini memang sudah terlalu banyak hal yang membuat Indonesia dan Malaysia semakin renggang dibeberapa hal.
Wadidaw, mantap jiwa.............
Well, pertandingan ini memang kurang menarik dari segi pesertanya tapi tentu masih banyak yang menonton. Terlebih Badminton Lover sejati.
Hal yang sedikit membuat miris adalah pertandingan WD yang di menangkan oleh Malaysia tetapi tidak dengan cara yang fair. Well done, i think this is really bad in this sport. Hal yang bikin olahraga kesayangan ini tidak suci dan penuh noda adalah kecurangan yang kerap terjadi. Bisa dikatakan bukan pemainnya yang curang tetapi gesture tubuh si pemain benar-benar tidak layak dijadikan panutan. Ribka/Ana adalah wakil Indonesia yang berjuang saat itu. Ribka akhirnya penuh emosi dan menurut gue pribadi itu biasa. Maklum saja mereka masih muda dan pasti menggebu-gebu saat melihat suatu hal yang tak lazim dan tak pantas.
Permasalahan ini akhirnya menyebar kemana-mana. Beberapa oknum BL dari malaysia mereport akun Instagram Ribka hingga akhirnya akun itu dinonaktifkan. Sebagian beranggapan karena Ribka membawa-bawa bendera Malaysia di Instatorynya. Gue yang melihat Instastory tersebut rasanya gak ada yang cukup menyakitkan a.k.a biasa aja. Ya, tapi tanggapan setiap orang kan beda-beda.
Hasil final MD yang dimenangkan oleh Leo/Daniel membuat BL Indonesia sedikit redam. Hasilnya dipastikan bahwa Indonesia jadi juara umum setelah WS juga menang. Kemenangan itu tidak membuat netijen Indonesia berhenti menyerang akun BA_Malaysia. Mereka semakin gencar menyerang dan memenuhi kolom komentar di akun itu.
Tentu saja ini jadi pembelajaran buat semua orang. Sikap dilapangan menjadi hal penting, and karma is exist. Walau begitu tetap saja kata-kata tidak pantas seharusnya jangan diungkapan. Terlebih Malaysia adalah tetangga yang seharusnya Indonesia punya hubungan baik. Ya walau selama ini memang sudah terlalu banyak hal yang membuat Indonesia dan Malaysia semakin renggang dibeberapa hal.
Wadidaw, mantap jiwa.............

